September 24, 2017

RS Paru Sidawangi Masih Terkendala Perawat Dan Dokter Spesialis

RS Paru Sidawangi Masih Terkendala Perawat Dan Dokter Spesialis

BANDUNG – Banyaknya masyarakat Cirebon yang terkena penyakit paru menjadikan RS Paru Sidawangi Pusat Rujukan Kesehatan Paru dan Saluran Pernafasan dengan Pelayanan Penyakit Spesialistik lainnya di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, juga menjadi RS rujukan bagi wilayah III di Jabar sebelah Timur.

Direktur RSTP Sidawangi, dr. Endang Noorita D MPH mengatakan, persoalan perawat, dokter dan specialist masih menjadi kendala tersendiri. Terutama perawat yang berhadapan langsung dengan para pasien,Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mendapatkan dua kali lipat sebesar Rp 4 hingga 5 juta.

“Khususnya perawat yang kesehariannya bersama pasien dengan resiko tinggi dari pasien itu sendiri, TPPnya mudah-mudahan bisa akhir bulan ini” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, kebutuhan fasilitas medis di RSTP Sidawangi memang sangat penting. Di harapkan dapat tersealisasi pada penetapan APBD 2017 mendatang. Karena itu, perlu optimalisasi dari Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk mendorong RS Paru Sidawangi ini untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakata Jabar.

“Meskipun ada kekurangan dalam anggaran tetapi pelayanan jangansampai terganggu,” ujar Untung di RSTP Sidawangi, Kabupaten Cirebon.

Penyerapan anggaran kesehatan sebesar 10 persen ungkap Untung, harus terealisasi dengan baik, sebab  volume APBD 2017 nanti diperkirakan mencapai Rp 30 Triliyun. Sehingga dengan anggaran sebesar itu, Dinas Kesehatan mampu untuk meningkatkan percepatan sarana dan prasarana bagi RS. | Saburniat |

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *