September 24, 2017

Rusaknya KBU Akibat Massifnya Alih Pungsi Lahan

Rusaknya KBU Akibat Massifnya Alih Pungsi Lahan

BANDUNG – Saat ini kondisi Kawasan Bandung Utara (KBU) sudah sangat rusak akibat massifnya alih fungsi lahan. Ruang terbuka hijau yang seharusnya mendominasi kini semakin tergusur oleh kepentingan bisnis. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady mengatakan, adanya konflik kepentingan terkait KBU ini, terutama yang melibatkan pihak pemilik kekuatan baik materi maupun pengaruh.

Hal ini, lanjutnya, akibat dari lemahnya penegakan hukum di KBU. Berbagai pelanggaran seperti menyangkut perizinan terus dibiarkan. Pemerintah kabupaten/kota dan aparat penegak hukum belum maksimal dalam menegakkan aturan. Seharusnya, kata dia, mereka berada di garis terdepan dalam menjaga kondisi KBU. “Banyak pihak yang mandul,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Tata Ruang dan Kawasan Dinas Pemukiman dan Perumahan (Diskimrum) Provinsi Jawa Barat Bobby Subroto mengatakan, pemerintah kabupaten/kota yang sebagian wilayahnya masuk KBU tidak maksimal dalam mengawasi kawasan konservasi itu.

Padahal, mereka merupakan ujung tombak dalam memantau dan mengendalikan alih fungsi lahan di masing-masing wilayah. Akibat pengawasan yang tidak maksimal, kata dia, alih fungsi lahan di KBU terus terjadi bahkan tak terkendali.

Perizinan yang semula diberikan untuk satu bangunan tertentu, oleh pemiliknya terus dikembangkan menjadi beberapa bangunan yang tidak teratur. “Kan tidak pernah dilakukan pengawasan yang jelas, jadinya selalu berkembang-berkembang. Tadinya hanya apa, tiba-tiba berkembang jadi rumah makan, nanti ada objek wisata,” ungkapnya di Bandung, Minggu (4/12).

Kata Bobby, terdapat Peraturan Daerah Provinsi Jabar Nomor 2 Tahun 2016 yang bisa digunakan sebagai acuan oleh pemerintah kabupaten/kota dalam menata KBU. Namun, menurutnya belum ada pemahaman yang sama di setiap pemerintah tersebut.

“Bertahun-tahun juga ya percuma punya aturan bagus. Kita sadar kalau orang mengatakan macan ompong, karena tidak pernah ada melakukan tindakan yang clear di lapangan,” tandasnya. |saburniat/Sumber : dprdjabar.go.id|

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *