Juli 23, 2017

Mayoritas RSUD Di Jabar Klasifikasinya Masih C

Mayoritas RSUD Di Jabar Klasifikasinya Masih C

BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mengatakan, dilihat dari klasifikasinya, saat ini RSUD di kabupaten/kota mayoritas klasifikasinya masih tipe C, sehingga hal itu perlu lebih ditingkatkan.

“Mayoritas type C, yang B itu jarang, makanya itu harus didorong, terutama dengan bantuan keuangan,” katanya seraya menyebut infrastruktur jalan menuju RSUD pun harus dibenahi.

Lebih lanjut Daddy mengungkapkan, saat ini fasilitas kesehatan RSUD di kabupaten/kota masih sangat terbatas, baik dari sisi ruang rawat inap, sumber daya manusianya, maupun sarana teknologinya. “Karena keterbatasan itu maka para pasien di daerah pun akhirnya berbondong-bondong datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin,” tegas dia.

Menurutnya, hal ini sangat memprihatinkan karena hampir semua RSUD di Jawa Barat masih mengalami keterbatasan. Untuk mendapatkan layanan kesehatan yang optimal, warga hanya tertuju pada satu rumah sakit saja.

“Mestinya RSUD itu dilengkapi dengan peralatan tercanggih. SDM dan dokternya juga harus lebih profesional. RSUD harus jadi rumah sakit rujukan, jadi tidak semua tertuju ke RSHS,” katanya.

Untuk ruang rawat inap, saat ini RSUD di kabupaten/kota masih kekurangan ruangan. Padahal, idealnya RSUD bisa memiliki minimal sekitar 1.000 ruang rawat inap. “Kalau sekarang RSUD paling hanya memiliki dibawah 500 ruang rawat inap,” katanya.

Oleh karena itu tandasnya, untuk mendorong itu perlu ada komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif. Termasuk sinergitas antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. “Pembangunan RSUD di daerah perlu diberi anggaran, untuk bisa naik kelas dan meningkatkan pelayanan. Seperti RSUD Sentot Indramayu, RSUD Arjawinangun,” pungkas Daddy. |saburniat|

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *