Sepenggal Kisah Dibalik Makam Marongge

“Setiap dini hari malam Jumat Kliwon, banyak pria dan wanita berduyun-duyun turun ke Sungai Cilutung.  Bahkan banyak di antara mereka yang mandi sambil membuang pakaian dalam  mereka dan itu merupakan salah satu persyaratan ritual ziarah.”

Makam keramat Marongge sebenarnya adalah makam empat orang putri cantik. Mereka adalah Embah Gabug, Embah Setayu, Embah Naidah, dan Embah Naibah. Mereka semua cantik-cantik sehingga membuat tergila-gila siapa pun yang melihatnya. Namun sayang, kendati banyak ksatria, bangsawan bahkan para raja datang melamar, keempat putri itu tak pernah menerima mereka.

Menurut legenda setempat, para putri tersebut mengajukan syarat apabila ada yang ingin mempersunting mereka. Para putri kemudian melemparkan sebuah kukuk (semacam buah untuk disayur, seperti terung bulat tetapi ukuran besar) ke atas permukaan Sungai Cilutung. Buah kukuk itu melayang di permukaan sungai, berjalan  menuju ke hilir. Dengan kesaktian para putri cantik, sang kukuk dipanggilnya pulang. Buah kukuk pun kembali menuju ke hulu.

Inilah kesaktian yang tak sembarang orang bisa, termasuk  para lelaki yang datang ingin meminang mereka. Buah kukuk bisa terpanggil jiwanya karena kehebatan ilmu pelet (penarik sukma) para putri itu.

Dengan berdasarkan legenda itulah maka tempat ini dikenal juga sebagai Pelet Marongge. Inilah salah satu yang menarik banyak peziarah datang untuk meminta kelancaran dalam  percintaan .

Makam yang terletak di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang ini ramai didatangi para peziarah. Menurut para peziarah yang datang ke Makam Keramat Marongge, apabila punya masalah cinta atau juga yang meminta berkah akan cepat terkabul disini.

Setiap dini hari malam Jumat Kliwon, banyak pria dan wanita berduyun-duyun turun ke Sungai Cilutung.  Tujuannya yaitu untuk mandi sambil menebarkan bunga tujuh rupa ke permukaan sungai , sebagai ritual agar terkabul keinginannya. Bahkan banyak di antara mereka yang mandi sambil membuang pakaian dalam  mereka dan itu merupakan salah satu persyaratan upacara ziarah di makam keramat ini.

Menurut cerita warga sekitar, kehebatan pelet Marongge sungguh dahsyat. Namun tidak semua yang datang ke Marongge untuk dilancarkan permasalahan cinta, bahkan ada juga yang datang karena sakit hati cintanya ditolak. Oleh karena itu, tidak aneh kalau ke Marongge, di malam-malam yang sudah ditentukan, sering banyak lelaki atau perempuan datang berziarah. |dari berbagai sumber|

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *