November 24, 2017

Siswi SMK Tewas Tenggelam Di Situ Cileunca Saat Mengikuti Kegiatan Pramuka

Siswi SMK Tewas Tenggelam Di Situ Cileunca Saat Mengikuti Kegiatan Pramuka

Bandung – Seorang sisiwi kelas satu yang tengah mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan pramuka di kawasan Situ Cilenca Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung telah tewas mengambang usai berenang kedasar Situ. (24/4/2017)

Dugaan sementara korban tewas karena ingin mengambil tanda kenaikan pangkat yang di simpan di dalam Situ Cileunca. Pihak keluarga sendiri mengaku kecewa terhadap pembina exstra kulikuler pramuka di sekolah SMK 1 Pasundan Banjaran atas pristiwa yang merenggut nyawa Susi Nuraeni.

Berdasarkan informasi yang beredar dari teman korban, bahwa korban meninggal karena ingin mengambil tanda kenaikan pangkat pramuka. Sementara pihak pembina ekstra kulikuler pramuka baru menyadari korban hilang setelah menghitung peserta yang hanya berjumlah 63 orang.

Pembina pramuka kemudian melaporkan kasus orang hilang ke mapolsek pangalengan. Selang beberapa jam setelah pelaporan, korban Susi Nuraeni ditemukan tewas mengambang di situ cileunca pada pukul 18:30 WIB

Menurut penuturan kakak ipar korban, Heri Suprihat, dirinya merasa  kecewa karena mendengar kronologis dari pihak kepolisian hanya mengetahui informasi orang hilang saja. Dirinya juga merasa kecewa kepada pihak pembina pramuka karena tidak memperhatikan sepenuhnya keselamatan koroban.

“Susi adalah anak yang penurut dan tidak banyak permintaan. Korban berangkat menuju Situ Cilenca bersamaan dengan teman sekolahnya karena mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan pramuka,” katanya.

Ditempat terpisah, pihak Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung menyayangkan tewasnya siswi dalam kegiatan ska bahari

Seperti dikatakan Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung, Deden Deni Nugraha yang didampingi Kasie Pramuka, Mamet Selamet mengatakan pihak Kwarcab Kabupaten Bandung menyangkal bahwa kegiatan diklat yang digelar di kawasan Situ Cileunca dilakukan oleh pihaknya. Namun, kegiatan itu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh saka bahari.

Menurut Deden, kejadian meninggalnya siswi dalam kegiatan pengambilan tanda pengkat tidak sesuai standar operasional (SOP) dan kegiatan pengambilan tanda pangkat ini tidak ada dalam rangkaian acara kegiatan diklat.

“Kegiatan yang diadakan oleh saka bahari tersebut memang sudah mengantongi ijin dari pihak Kwarcab Kabupaten. Namun, saat pelatihan atau pengambilan tanda pangkat ditepian Situ Cileunca tidak ada dalam susunan acara.” Ujarnya.

Masih menurut Deden, selain tidak ada dalam susunan acara, kegiatan tersebut tidak sesuai standar operasional karena saat pengambilan tanda pangkat selain harus menggunakan pelampung juga harus ada pengawasan dari pangkalan angkatan laut.

Kegiatan yang di gelar oleh saka bahari dimulai sejak jum’at lalu yang telah menewaskan seorang siswi dari SMK 1 Pasundan Banjaran tersebut saat ini ditangani oleh pihak kepolisian Polres Bandung. |Ky/gin|

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *