Di Bantaran Sungai Cimanuk Dilarang Ada Rumah

56

Kab Garut | Koransawala.- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, melarang sepanjang bantaran aliran Sungai Cimanuk untuk dibangun rumah atau menjadi pemukiman warga karena termasuk kawasan berbahaya apabila sungai meluap.

“Sesuai Permen (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sepanjang bantaran sungai itu tidak boleh ada bangunan apalagi untuk rumah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut, Uu Saepudin kepada wartawan di Garut, Kamis.

Ia menuturkan, aliran Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut membentang cukup panjang dari mulai hulu sungai di kawasan Cisurupan, hingga Limbangan perbatasan dengan Kabupaten Sumedang.

Berdasaran permen, kata dia, larangan membangun rumah itu sejauh 9 meter dari batas sungai atau yang belum ada tanggul, dan sejauh tiga meter untuk yang sudah ada tanggul sungai.

“Permen mengatur kalau ada tanggul itu 3 meter, kalau belum ada tanggul 9 meter dilarang ada bangunan sepanjang bantaran,” katanya.

Ia mengatakan, beberapa tiitk aliran Sungai Cimanuk masih ada yang belum dibangun tanggul untuk menghindari terjadinya luapan sungai ke daratan.

Selama ini, kata dia, masih ada beberapa titik bantaran Sungai Cimanuk yang dijadikan bangunan rumah termasuk gedung seperti di kawasan Lapang Paris yang terdampak besar banjir bandang.

“Ya seperti di sana (Lapan Paris) banyak bangunan yang berdiri di bantaran sungai,” katanya.

Uu mengatakan, tanggul Sungai Cimanuk yang rusak diterjang banjir bandang 20 September 2016 akan kembali dibangun dan diperkokoh agar lebih kuat saat air sungai deras.

Pembangunan tanggul itu, kata dia, dilakukan secara bertahap, sementara yang dibangun sepanjang 1 km, untuk rencananya sepanjang 10 km tersebar di kawasan Tarogong Kidul dan Garut Kota.

“Proyek pembangunan tanggul itu oleh BBWS, rencananya 10 km, tapi yang dibangun baru 1 km sekian,” katanya.

Uu menambahkan, pembangunan tanggul itu akan berdampak pada pembongkaran rumah maupun bangunan lainnya di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk.

Warga yang sebelumnya tinggal di bantaran sungai itu, kata dia, sesuai rencana pemerintah sebelumnya akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari bencana banjir.

“Bagi mereka yang terkena dampak pembangunan tanggul itu dipindahkan, untuk ganti rugi secara normatif tidak ada, tapi kalau dari pemborongnya mungkin ada,” katanya.

Sumber: antara

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY