Mengenal Sosok Mayjen (Purn) Sudrajat, Cagub Jawa Barat

261

BANDUNG – Mayjen (Purn) H. Sudrajat, MPA, biasa dipanggil Kang Ajat, dilahirkan pada 4 Februari 1949. Suku Sunda, almarhum ayahandanya bernama Husein Ardiwinata dari Sumedang dan almarhumah ibundanya bernama Hasyanah dari Cianjur,  beragama Islam. Menikah dengan drg. Sally Salziah, Sp.OM, dikaruniai dua orang putra yaitu; Angki Arrihan dan Pasha Prakasa. Pangkat militer terakhir pada tahun 1999 adalah Mayor Jenderal ( Mayjen ) TNI AD. Kang Ajat kecil di usia 6 tahun masuk SD sampai kelas 2 di Cimalaka Sumedang, kemudian hijrah bersama orang tuanya ke Kota Bandung hingga tamat SD Negeri Jalan Pajagalan tahun 1961, SMP Negeri 3 Jalan  Dewi Sartika.

Kang Ajat, adalah prajurit militer strategis. Karena ‘otak-moncer’nya,  beliau dengan mudah menyelesaikan jenjang pendidikan militer dalam dan luar negeri, seperti Officer Basic Course tahun 1973, Australia. Latihan Promosi Perwira Komunikasi tahun 1976. Latihan Komandan Kompi tahun 1997 dan Officer Advance Course tahun 1979, USA. Serta menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat ( Sesko AD ) di Bandung tahun 1989.

Beliau jugatercatat sebagai salah satu peserta terbaik pada Pendidikan Lemhanas tahun 2001. Awal karir prajurit yang sejak kecil tinggal di Jalan Kopo Kota Bandung itu, adalah Pimpinan Peleton tahun 1971. Komandan Kompi tahun 1973. Perwira Teknik Batalion Indonesia UN Emerging Force di Mesir 1974-1975. Komandan Kompi Brigade Udara Kostrad tahun 1976. Perwira Bantuan Utama Atase Pertahanan KBRI Washington Tahun 1980. Kepala Biro Amerika G1 Hankam 1983. Kang Ajat menempati jabatan strategis mulai dari Sekretaris Penglima TNI tahun 1983. Perwira Menengah pada Staff Perencanaan Mabes TNI 1988. Atase Pertahanan KBRI di London tahun 1994. Kang Ajat dengan pangkat ‘bintang satu’, mendapat tugas sebagai Atase Pertahanan KBRI di Washington tahun 1997.

Setelah kenaikan pangkat Mayor Jenderal, di awal reformasi ditunjuk menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI tahun 1999.Pada tahun 2001 di era Presiden GusDur, Kang Ajat diangkat menjadi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan pada Kementerian Pertahanan RI. Staf ahli dan Penasihat Khusus Panglima TNI Bidang Ekonomi, serta menjadi anggota Dewan Ketahanan Nasional yang bekerja di bawah koordinasi Menkopolkam hingga pensiun tahun 2004.

Selanjutnya, pada Pemerintahan Presiden SBY, Kang Ajat dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia Berkuasa Penuh untuk negara China dan Mongolia hingga tahun 2009. Kang Ajat, orang Jawa Barat dengan reputasi internasional ini, juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum Strategis Tahunan Indonesia – Australia, Jakarta –Canberra, 2001 – 2004. Wakil Ketua Dialog Pertahanan Tahunan Indonesia – USA, Jakarta dan Washington DC, 2002 – 2004. Ketua Forum Strategi Pertahanan Regional ASEAN, Jakarta, 2004. Ketua Konferensi Kebijakan Strategis ASEAN Regional Forum, Beijing, China, 2004.

Beberapa penghargaan dari dalam dan luar negeri juga diterima Kang Ajat Sudrajat, antara lain  tercatat :1. Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, 2. Satya Lencana Kesetiaan XVI tahun,3. Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun, 4. Santi Dharma Garuda VIII (untuk 1 tahun penugasan UNEF di Mesir ), 5. Medali PBB untuk Penjaga Perdamaian, 6. Satya Lencana Yudha Dharma Naraya, 7. Legion Merit, USA (untuk peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan USA), 8. Bintang Yudha Dharma Pratama, 9. Bintang Kartika Eka Paksi Pratama.

Disamping itu, beliau juga membina Pondok Pesantren di Sukabumi, serta dipercaya menjadi Komisaris dan kemudian sejak tahun 2014 sampai sekarang menjabat CEO pada Maskapai Penerbangan Susi Air, menggantikan Susi Pujiastuti, yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI. |Askur/Adib Zain|

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY