Awas Keracunan Miras Oplosan Mengintai

MESKI sering diberitakan media massa, kasus korban meninggal akibat menenggak miras oplosan sepertinya terulang terus. Baru-baru ini, minggu (8/4/2018) 20 orang meninggal dunia akibat miras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Fenomena keracunan massal akibat miras oplosan diduga akibat tingginya kandungan methanol dalam minuman tersebut. Kandungan lainnya, alkohol lebih dari 50%, obat-obatan, minuman bersoda, minuman berenergi, lotion anti nyamuk, bahkan spirtus.

Seperti dilansir  DokterSehat.com, pada miras oplosan tidak bisa ditentukan berapa persen kandungan pasti etanol nya.

Methanol dan etanol mempunyai bau dan rasa yang sama sehingga sangat sulit dibedakan. Bagi orang yang sudah kecanduan alkohol, minum miras oplosan menjadi pilihan karena harganya yang terjangkau. Penyebab lain orang meminum miras oplosan  akibat terbatasnya pengetahuan.

Penamaan miras oplosan di tiap daerah pun berbeda-beda, jika di Garut dikenal dengan istilah Ceribell, di Sumedang Ciu, di Tasikmalaya Cipas (Ciu Plastik), istilah lainnya seperti di Jakarta, Depok dan Bekasi adalah minuman Ginseng.

Efek metanol jauh lebih berbahaya daripada etanol. Efek kesehatan yang ditimbulkan dari metanol adalah multiple organ failure (kegagalan organ-organ) yang melalui Empat fase-fase toksik :

Fase keempat adalah toksisitas pada mata, diikuti dengan kebutaan, kejang, gagal ginjal akut disertai mioglobulinuria (terdeteksinya protein serat otot/mioglobin dalam urin) dan hematuria (darah di dalam urin), koma, dan bisa berujung kematian.

Fase ketiga terjadi asidosis metabolik berat

Fase kedua adalah fase laten mengikuti depresi sistem saraf pusat

Fase pertama : terjadi penekanan sistem saraf pusat yang timbul dalam waktu 30 menit sampai 2 jam pertama. Gejala tersebut antara lain: meningkatkan kerja jantung, mual, muntah, vertigo, rasa kantuk, gastritis, diare, sakit punggung.

Pertanyaannya, bagaimana cara memberikan pertolongan pertama bagi yang mengalami keracunan akibat miras oplosan?

Langkah yang harus dilakukan adalah menjaga jalan nafas karena orang yang keracunan methanol dapat beresiko terjadi aspirasi ke dalam paru-paru. Menjaga jalan nafas adalah menjamin bahwa jalan masuknya udara ke paru tidak terhambat sehingga kebutuhan oksigen kedalam tubuh terpenuhi. |sumber :doktersehat.com|

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *