Edan Euy, Polisi Temukan Bungker Tempat Produksi Miras Oplosan

KAB BANDUNG | Hasil penggeledahan Penyidik Polres Bandung di back up Dir. Narkoba Polda Jabar terhadap rumah tersangka Hamcia Manik (HM), di Jalan By Pass No 40 Desa Bojong Asih Kecamatan Cicalengka, Rabu (11/4/2018), ditemukan sebuah bungker di bawah sebuah Gazebo pinggir kolam renang yang diduga digunakan sebagai tempat memproduksi miras oplosan.

Dalam siaran persnya, Humas Polda Jabar, Kamis (12/4/2018) menyebutkan, bungker tersebut ditemukan di bawah sebuah gazebo sebelah kolam renang, dengan ukuran panjang 18 m, lebar 4 m dan tinggi 3, 20 m.

Bungker tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan baku miras oplosan, tempat memproduksi sekaligus tempat penyimpanan miras siap distribusi.

Dari hasil penggeledahan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa Minuman Oplosan Siap Edar sebanyak 224 Dus (5.376 Botol kemasan 600 ml). Bahan Dasar Air Mineral merk Minola sebanyak 115 Dus. RedBell / Pewarna Makanan sebanyak 39 Dus (468 Botol Kecil). Alkohol sebanyak 23 Jerigen ukuran 25 Liter. Kuku Bima sebanyak 66 Dus. Alat Ukur Alkohol sebanyak 3 Buah. Ember besar sebanyak 27 Buah. Ember Kecil sebanyak 4 Buah. Saringan sebanyak 3 Buah. Teko Plastik sebanyak 20 Buah. Jerigen Kosong bekas Alkohol sebanyak 34 Jerigen. Botol Kosong sebanyak 6 Dus. Tutup Botol Plastik warna Biru (jumlah banyak). Segel Plastik warna Putih (jumlah banyak). Lakban Kuning dan Lakban Putih.

Penggeledahan di rumah milik tersangka HM merupakan buntut dari banyaknya korban akibat menenggak miras oplosan yang dirawat di 3 Rumah Sakit, yaitu RSUD Cicalengka, RSUD Majalaya dan RS AMC Cileunyi.

Disebutkan, dari Jum’at (6/4) hingga senin (9/4), jumlah korban yang dirawat di 3 Rumah Sakit tersebut mencapai 222 orang. 41 orang meninggal dunia, 139 orang sudah pulang, 30 orang masih dirawat, 11 orang dirujuk.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, Polisi ahirnya menetapkan 2 tersangka atas nama Julianto Silalahi (JS) selaku penjual, dan Hamciak Manik (HM) selaku pemilik. Disamping itu polisi juga menetapkan 7 DPO atas nama Asep (A), Uwa (U), Soni (SN), Syamsudin Simbolon (SS), Asep (A), Wili (W), dan Roy (R) .

Untuk kedua tersangka JS dan HM, polisi menjeratnya dengan pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau pasal 141 sub pasal 142 UU No 18 tahun 2012 tentang  Pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Penulis : Gindo

2 Comments

  1. denibudi

    12 April 2018 at 6:07 pm

    Dasar sikoplok tah..nyieun miras oplosan…hukumna rebus pakai air miras oplosan…

  2. engkus yaman

    12 April 2018 at 6:11 pm

    Saya lebih setuju gilas pakai setum pembuat miras oplosan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *