Tanjakan Emen Tanjakan Penuh Misteri

SUBANG | Tanjakan yang satu ini kembali menjadi perbincangan publik setelah pada sabtu (10/2) lalu, sebuah bus parwisata rombongan koperasi dari Tanggerang Banten mengalami kecelakaan hingga menelan korban jiwa 27 orang.

Tanjakan Emen menjadi sangat terkenal karena seringnya terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa. Menurut warga sekitar, hampir setiap minggu selalu saja ada kejadian kecelakaan saat melintasi tanjakan yang penuh diselimuti misteri itu.

Tahukah anda dari mana asal muasal tanjakan ini diberi nama Tanjakan Emen. Beredar cerita dari mulut ke mulut, nama Emen diambil dari nama pengendara elf jurusan Bandung-Subang yang dikenal pemberani. Ya, saat itu diceritakan hanya Emen yang berani mengendarai kendaraan melewati jalan panjang menanjak yang kini dikenal dengan nama Tanjakan Emen pada malam hari.

Suatu ketika, saat Emen pulang mengantarkan sayuran ke Ciroyom Bandung, mobil yang dikendarainya terguling hingga menyebabkan tubuhnya terbakar dan meninggal. Saking terkenalnya peristiwa itu, akhirnya warga sekitar menyebut tanjakan itu dengan sebutan Tanjakan Emen.

Beredar mitos jika sejak peristiwa meninggalnya Emen, arwahnya dipercaya menjadi penunggu tanjakan itu. Kebiasaan semasa hidup Emen yang senang merokok, dipercaya sebagian pengemudi yang sedang melintasi tanjakan itu selalu melemparkan sebatang rokok atau sekedar membunyikan klakson agar tidak diganggu oleh arwahnya.

Seperti halnya diceritakan Agus S, seorang Kepala Sekolah SD di  Kabupaten Bandung. Dirinya yang kerap kali melintasi Tanjakan Emen pada malam hari selalu saja melemparkan sebatang rokok dan membunyikan klakson supaya tidak diganggu arwah Emen.

Hiji waktu balik ti Subang pas ngaliwat Tanjakan Emen, saya poho teu ngalungken rokok eh teu lila jarak sabaraha menit langsung mogok mobil. Jaba sorangan, sepi cuang cieung eweh batur. Inget ka Pangeran babacaan we saya teh geus kitu alungken we rokok nu geus di seungeut ka tengah jalan. Alhamdulillah teu lila ahirna mobil bisa hurung deui,” ungkap Agus dalam bahasa sunda.

Versi lainnya, menurut cerita yang beredar dikalangan warga, nama Emen diambil dari pengendara motor korban tabrak lari yang mayatnya dipercaya dibuang di semak-semak sekitar tanjakan. Hingga kini mayatnya tidak bisa ditemukan hingga ahirnya dipercaya jika arwah Emen selalu mengganggu setiap pengendara yang melintasi tanjakan itu.

Ya, ini hanyalah cerita dari mulut ke mulut bisa disebut mitos yang jauh dari kebenaran. Kondisi tanjakan Emen yang memiliki trak menurun dan menanjak yang berkelok dan panjang mengharuskan setiap pengendara  lebih berhati-hati. Pengecekan kondisi mesin kendaraan sebelum berkendara menjadi sangat penting dilakukan. Sebab menurut stastik, faktor kelalaian manusia menjadi penyebab terbesar penyumbang terjadinya kecelakaan. | aky |

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *